Twitter response:

Month: February 2017

Beruang Kutub dan Penghematan Energi
Beruang Kutub dan Penghematan Energi

Selamat siang
Bagaimana akhir pekan kalian kemarin?
Sempat pergi berlibur bersama keluarga?

Sebentar lagi bulan Februari berakhir. Pada tanggal 27 Februari ini, tahukah kalian, bahwa hari ini merupakan Hari Beruang Kutub Internasional?
Hari Beruang Kutub? Yap, disebut juga International Polar Bear Day. Peringatan ini dicetuskan oleh Polar Bear International (PBI), sebuah organisasi pelestarian kelangsungan hidup beruang kutub.
Sebagai bentuk apresiasi, beberapa kebun binatang di daerah Kanada memberikan edukasi mengenai pelestarian kelangsungan hidup beruang kutub.
Pada dasarnya, pada hari Beruang Kutub Internasional, PBI ingin mengajak kita semua untuk lebih peka terhadap masalah-masalah yang ditimbulkan oleh Pemanasan Global, yang salah satu di antaranya ialah meningkatnya suhu bumi dan menyebabkan es-es di kutub habitat beruang kutub menjadi semakin berkurang.
Pada hari ini juga, PBI mengajak kita untuk menggunakan energi dengan lebih hemat dan efisien, serta beralih ke bahan bakar yang ramah lingkungan.
Waaah, menarik ya. Dari beruang kutub menjadi penggalakan akan Global Warming.
Sudahkan kalian menghemat energi hari ini?

Courtesy: http://polarbearsinternational.org/

Mori Ogai
Mori Ogai

“Apakah cita-cita kalian?”

Pertanyaan ini mungkin sering kalian dengar pertanyaan itu dan sedang galau dalam menentukan cita-cita.
Namun apakah kalian tahu? Kalian tidak harus mengejar satu cita-cita saja. Misalnya seperti orang ini.
Mari kita simak cerita singkatnya.

Orang ini bernama Mori Ougai, lahir pada 17 Februari 1862 di prefektur Shimane, Jepang. Ia lahir ke dalam keluarga dokter, dan menempuh pendidikan dokter pula di kemudian hari, hingga berhasil menjadi dokter tentara.
Nah, saat menjadi dokter tentara, Mori dikirim ke Jerman untuk belajar dan di sanalah ia mulai tertarik terhadap dunia sastra Eropa, yang kemudian mendorongnya untuk membangkitkan kembali dunia sastra Jepang setelah pulang kembali ke negerinya.
Kiprah Mori dalam dunia sastra antara lain menerjemahkan karya penulis Eropa seperti Hans Christian Andersen (Apakah kalian familiar dengan nama ini?). Karyanya yang terkenal ialah Vita Sexualis, Gan, dan Maihime.
Bagaimana dengan pekerjaannya sebagai dokter tentara? Jangan salah, Mori Ougai berhasil menduduki kedudukan sebagai kolonel.
Namanya pun masih tersohor hingga kini.
Ketenaran Mori Ougai ini bisa dibuktikan dengan tampilnya tokoh Mori Ougai dalam serial komik dan animasi Jepang “Bungou Stray Dogs”.
Wah, banyak sekali karya orang ini! Tidak hanya dokter tentara (bukan dokter biasa, lho, tapi dokter tentara!), Mori Ougai juga menjadi penerjemah dan sastrawan. Kalau Mori Ougai bisa, kalian juga pasti bisa!
Nah, apakah kalian masih galau dengan cita-cita kalian?

Courtesy: http://www.ndl.go.jp/portrait/e/datas/342.html?c=25

Wasan
Wasan

Pernahkah kalian mendengar istilah ‘Wasan’?

Wasan dalam bahasa Jepang ditulis dengan dua kanji, yaitu kanji 和 ‘wa’ (‘Jepang’) dan 算 ‘san’ (‘menghitung’). Bisa dibilang, wasan merupakan matematika ala Jepang yang berkembang pada Periode Edo.

Mungkin kalian sudah pernah mendengar, bahwa pada Periode Edo (1603-1868), Jepang melakukan isolasi terhadap negara luar, dengan kata lain, Jepang memutuskan hubungan dengan negara-negara lain, kecuali dengan negara Cina dan Belanda.

Kalian tentunya tidak asing dengan ‘sempoa’. Alat hitung dari Cina ini juga sempat populer di Jepang pada Periode Edo, sebelum kemudian orang Jepang memodifikasinya menjadi sempoa Jepang yang disebut ‘soroban’. Soroban inilah yang kemudian memicu lahirnya wasan.

Kemudian pada tahun 1627, Yoshida Mitsuyoshi menulis naskah berjudul Jinkoki. Naskah tersebut memuat cara menggunakan empat operasi bilangan dengan soroban. Wasan sangat populer terutama dalam penghitungan luas tanah dan pembuatan kalender.

Namun setelah Periode Edo berakhir, diikuti dengan berakirnya politik isolasi Jepang, matematika barat (洋算 ‘yosan’)mulai masuk ke Jepang, perlahan mulai menggantikan wasan dalam penggunaannya sehari-hari.

Courtesy: http://www.ndl.go.jp/math/e/s1/1.html
http://www.ndl.go.jp/math/e/s1/6.html